Kisah Nyata! Bagaimana Identitas Digital Dicuri dan Pelajaran yang DiAmbil
Artikel

Kisah Nyata! Bagaimana Identitas Digital Dicuri dan Pelajaran yang DiAmbil

Melindungi diri dari ancaman pencurian identitas adalah hal yang sangat penting, namun prevalensi kejahatan ini terus meningkat. Pada tahun 2021, Amerika Serikat sendiri menyaksikan hampir 1,4 juta kasus pencurian identitas yang dilaporkan, yang menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan tindakan proaktif dan peningkatan kewaspadaan. Ketahui beberapa kisah nyata soal pencurian identitas digital serta pelajaran yang dapat diambil berikut ini.

Cek nasabah Dee yang ditolak

Bank tempat Dee, seorang warga Abilene, Amerika, menabung, menolak cek pribadinya. Bank mengungkap 10-15 cek palsu yang menarik $5.000 dari akunnya. Cek palsu tersebut memiliki nomor rekeningnya, namun dengan dua nama orang yang berdomisili di California tepatnya di San Diego dan Chula Vista.

Pelajaran yang dapat diambil dari mimpi buruk nasabah Dee adalah selalu periksa laporan bank secara teratur untuk mengetahui transaksi tidak sah sejak dini. Perilaku ini mencegah kerugian finansial yang signifikan.

Percobaan pencurian identitas Cedric

Cedric menghadapi percobaan pencurian identitas di Kay’s Jewellers, menemukan tuduhan penipuan sebesar $8.000 pada Juni 2007. Pihak toko emas tersebut mengabarkan kepada Cedric bahwa ada seseorang yang berusaha membuka akun atas namanya. Untungnya, toko itu menolak membuka akun saat mengetahui “Cedric” yang ingin membuka akun tersebut adalah pencuri identitas.

Sama seperti kisah Dee, kasus Cedric mengajarkan kepada kita untuk selalu memeriksa laporan kredit secara berkala. Memantau laporan kredit dapat mengungkap aktivitas mencurigakan, memungkinkan intervensi tepat waktu dan meminimalkan kerugian.

Catatan pembelian tidak sah dari kartu kredit Carlos

Carlos menyadari bahwa dia telah menjadi korban pencurian identitas ketika dia menerima beberapa kartu kredit yang tidak diminta atas namanya. Tak hanya itu, dia juga mendapat surat dari Sears yang menolak membuka rekening Sears atas namanya karena dia sudah mempunyai kartu Sears. Setelah memeriksa laporan biro kreditnya, Carlon mengetahui bahwa seseorang telah menggunakan namanya untuk mengajukan rekening dengan 40 kreditor berbeda, termasuk Visa dan MasterCard.

Dari kasus Carlos, kita belajar bahwa penting untuk menerapkan langkah-langkah keamanan proaktif. Carlos mengaku sekarang dia memiliki peringatan keamanan penipuan Hawk di rekening biro kreditnya.Memanfaatkan peringatan keamanan pada rekening biro kredit dapat membantu mendeteksi dan mencegah pencurian identitas, serta melindungi keuangan pribadi.

Letnan Polisi Mike tiga kali menjadi korban pencurian identitas

Letnan Mike yang bertugas di Houston mengalami pencurian identitas sebanyak tiga kali, termasuk pencurian $10.000 melalui transaksi universitas. Polisi dapat menangkap pencurinya sebelum dia dapat menarik uangnya. Awalnya, sulit bagi Mike untuk membuktikan bahwa orang yang membuka akun trading online dengan informasi pribadinya itu adalah pencuri. Melalui penyelidikan, diketahui bahwa informasi pribadinya telah dicuri dari database perusahaan ayahnya. Informasi pribadinya tercantum dalam file personalia untuk tujuan perlindungan asuransi ayahnya.

Kasus Mike membuktikan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal terhadap pencurian identitas. Bahkan mereka yang berpengalaman dalam bidang ini harus tetap waspada, segera melaporkan aktivitas mencurigakan apa pun untuk mengurangi potensi kerugian.

Seorang lansia, Katherine, dituduh menipu dan mencoba mengajukan pinjaman

Katherine menanggung tuduhan penipuan sebesar $70.000 dan percobaan pengajuan pinjaman, yang diduga diatur oleh tetangganya. Janda berusia 87 tahun tersebut mencurigai tetangga, seorang wanita berusia 24 tahun, menjadi dalang di balik pencurian identitasnya. Dugaan tersebut didasari fakta bahwa si wanita pernah tinggal sebentar di kompleks apartemen yang sama dengannya.

Pencurian identitas digital tidak hanya dilakukan secara online. Menjaga data sensitif, baik online maupun offline, dapat mencegah akses tidak sah, sehingga meminimalkan risiko menjadi korban pencurian identitas.

Pencurian identitas mengekspos kerentanan digital. Namun, dari kasus ini kita dapat belajar tentang perlunya kesadaran keamanan cyber dan penggunaan solusi yang andal. Hypernet, sebagai Mitra Managed Service Provider terpercaya di Indonesia, menyediakan solusi proaktif untuk melindungi data sensitif dan mendukung pertumbuhan bisnis secara aman.

icon