Bencana alam biasanya datang tanpa peringatan dan langsung mengubah kehidupan manusia dalam sekejap. Meskipun kemajuan teknologi telah memungkinkan kita memrediksi berbagai fenomena di muka bumi ini, masih ada banyak hal yang tidak dapat kita kendalikan.
Melakukan backup data pun menjadi salah satu prioritas sekaligus langkah preventif yang harus diambil kalau-kalau terjadi bencana alam yang bisa merugikan orang banyak.
Bagaimana tidak? Bayangkan saja, bencana alam yang datang tiba-tiba bisa menghancurkan bangunan dan infrastruktur yang kita gunakan. Bukan tidak mungkin pula, perangkat-perangkat kerja seperti laptop, komputer, atau ponsel turut hancur dan data di dalamnya ternyata belum dicadangkan.
Melakukan Backup Data dengan Metode 3-2-1
Metode 3-2-1 bisa menjadi referensi yang cukup baik dalam melakukan backup data, terutama untuk berjaga-jaga jika terjadi bencana alam. Ini adalah strategi yang efektif untuk melindungi informasi penting agar tidak hilang.
Prinsip dasar dari metode ini adalah, memiliki tiga salinan data, di mana dua di antaranya disimpan di perangkat penyimpanan yang berbeda, dan satu salinan lagi disimpan di lokasi yang terpisah secara fisik. Berikut detailnya.
- Simpan data asli
- Buat dua salinan tambahan
- Simpan data di setidaknya dua jenis media berbeda (misalnya hard drive eksternal dan cloud)
- Buat satu salinan off-site: simpan satu backup di lokasi yang jauh dari dua file lainnya. Metode ini akan melindungi data dari bencana alam atau pencurian, memastikannya tetap dapat diakses dan aman.
Sebagai contoh, Anda dapat menyimpan salinan utama di komputer, salinan kedua di hard drive eksternal, dan salinan ketiga di layanan cloud. Dengan demikian, Anda tidak hanya mengurangi risiko kehilangan data akibat kerusakan perangkat atau bencana alam, tetapi juga memastikan aksesibilitas dan keamanan data Anda.
Metode backup 3-2-1 dapat memberikan ketenangan pikiran bagi pemilik data karena ia tahu datanya telah terlindungi dengan baik dalam berbagai kondisi. Apalagi di tengah situasi alam yang mungkin tidak menentu, bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.
Dengan menyebar data dan salinannya ke sejumlah tempat berbeda, pemilik tidak perlu khawatir apabila ia kebetulan mengalami bencana alam yang tidak terhindarkan, misalnya rumahnya runtuh akibat gempa bumi, laptopnya hanyut karena banjir, dan yang lainnya. Jadi, melakukan backup data adalah sebuah prioritas mutlak.
Disaster Recovery Plan
Di tengah ancaman dan potensi terjadinya bencana alam, pemilik data sebaiknya menyiapkan rencana recovery untuk berjaga-jaga. Bahkan, jika belum sempat melakukan backup, pemilik data pun sudah tahu harus berbuat apa.
Disaster Recovery Plan (DRP) adalah serangkaian prosedur dan kebijakan yang dirancang untuk memulihkan dan melanjutkan operasi setelah terjadinya bencana termasuk bencana alam.
Dalam kaitannya dengan backup data, DRP sangat penting karena mencakup langkah-langkah untuk memastikan bahwa data yang hilang atau rusak dapat dipulihkan dengan cepat dan efisien.
Buat dan rencanakan segala bentuk tindakan pencegahan, teknologi pencadangan data, tujuan pemulihan, dan protokol-protokol lainnya. Uraikan pula dengan sejelas-jelasnya dalam rencana pemulihan bencana Anda.
Meski begitu, untuk mengantisipasi bencana alam, melakukan backup data tetap menjadi prioritas yang harus dinomorsatukan. Baru setelahnya, Anda bisa merancang Disaster Recovery Plan (DRP) dengan sebaik-baiknya.
Hypernet akan dengan senang hati membantu Anda dalam melakukan backup data dan merancang Disaster Recovery Plan (DRP) dalam kondisi apa pun. Jangan ragu-ragu lagi, segera hubungi Call Center kami.


